Dalam berbagai kesempatan di beberapa forum, saya selalu menulis bahwa “SL45 is the best accident ever made in the GSM industry”, karena dalam keyakinan saya, SL45 dibuat dengan fitur yang “terlalu lengkap”. Dia adalah sebuah “kesalahan” desain, yang kalau semua kemampuannya dikeluarin, dia malah akan “memakan” beberapa seri yang dikeluarkan sesudahnya.

Some of my SL friends also “read” this site actually. So, I translate this post just by now (March 1, 2006) for them …

In some forum, I always wrote that SL45 is the best accident ever made in the GSM industry, because I believe that SL45 has been build with too complete features. It is a technical design mistake, and if all of its capability is explored, it will kill some of new phone series.

Setelah hampir 5 tahun senantiasa menemani keseharian saya, tiba juga saat dimana saya dengan terpaksa berpisah dengan SL45 yang fenomenal itu. Problem utamanya adalah “low battery”. Kirain battery-nya drop, ternyata setelah diganti dengan yang baru pun, 1 atau 2 kali dipake nelepon, langsung koit. Problem di firmware? Ternyata, dengan dibalikin ke firmware yang masih “perawan” pun, problem itu masih saja muncul … :(

After 5 years used in my daily activities, it is a time to say good by with my lovely SL45. My main problem is the low battery. I just think that the battery goes weak, but even after I change it with the new ones, the problem is still exists. I can only use it for 1 or 2 calls, and after that it suddently dead. Firmware problem? I did try to reflash it with the virgin ones, but still …

So, dengan pertimbangan harus ganti HP, akhirnya saya teguhkan diri untuk mengucapkan selamat tinggal ke SL45. HP yang sudah mengenalkan saya pada begitu banyak hal menarik, yang sudah memberi saya berbagai “gelar” (hehehe), bahkan memberi tidak sedikit rejeki sampingan :)

Perhaps, it is the real time to change my mobile phone… Good by SL45 … Good by Siemens … You make me learn so many new excited stuff, and earn some good income also :) …

Selamat tinggal SL45, beristirahatlah yang tenang di lemari kaca …

Rest in peace my lovely SL45 …

O iya, ada yang bertanya lagi … “Jadi, nggak ngoprek-ngoprek lagi Mas?” :)
Berhubung udah kadung mendarah daging (hobby ngopreknya), ganti HP-nya pun kayaknya kudu ke HP yang bisa di-oprek. Nah … beginilah (seperti gambar di kanan :) tampang HP baru (walaupun sebenarnya beli 2nd) yang sekarang saya pake …

Somebody ask me about patching, “So you will not doing any patching?” … Hehehe, patching is already in my blood. I will do it unless I hate it … Here is my new toy …

Smartphone O2 XPhoneII …
is my next opreked device :)